Korsel: Mengandalkan mice, mengolah tradisi

Posted: August 28, 2010 in all around the world

Untuk Asia, pilihan yang mungkin belum banyak dilirik adalah Korea, khususnya Seoul. Ibukota negara yang semalfin populer menjadi ternpat tujuan wisata ini menjadi etalase betapa bersemangatnya pemerintah Korea Selatan meningkatkah kualitas pariwisatanya.

Terlepas dari kepopuleran drama Korea-nya, Korea Selatan merupakan destinasi utama yang diimpikan kebanyakan anak muda Indonesia. Ia seolah-olah berperingai seperti pujaan hati yang penuh misteri namun layak diperjuangkan. Penuh romansa, bergairah dan menggiurkan.

Melalui slogan Korea Sparkling, ia bergerak dalam detakan nadi yang hangat. Sopan tapi berlagak, sentimental dan sekaligus menakjubkan. Kecanggihan teknologi yang melimpah, seni arsitekturnya bagaikan permata tak ternilai. Bertentangan dengan teknologi yang membanjiri, justru kehidupan tradisinya seperti kembali ke masa lalu.

Maka pelan tapi pasti, Korea Selatan menjelma menjadi destinasi favorite baru di Asia. Negara yang lama dikukung sejarah perang itu adalah destinasi wisata utama di Semenanjung Korea. Ia kedatangan 7,5 juta turis asing pada 2009.

Sementara untuk mengejar target raihan 10 juta turis di tahun 2012, Korea Tourism Organization (KTO) meluncurkan program Visit Korea Year 2010-2012. Selanjutnya Visit Korea diprediksi juga akan menaikan peringkat Korea Selatan ke posisi 20 besar. Setelah pada 2009 kemarin Korea Selatan hanya menempati peringkat 31 dari Travel & Tourism Competitiveness Index yang dikeluarkan World Economic Forum.

Seoul dan Mice

Menyangkut industry mice, sekitar tujuh persen turis yang datang ke Negara tersebut adalah business travelers. Menurut KTO, di masing-masing destinasi utama sudah memiliki minimal satu gedung konferensi dan pameran berstandar internasional. Belum termasuk ballroom-ballroom hotel, dimana KTO mencatat setidaknya ada 200 hotel berbintang yang menyediakan fasilitas meeting.

Diantara kota-kota besar di Korea Selatan, Seoul adalah nadi kehidupan industry mice-nya. Menurut peringkat ICCA, kota itu menempati urutan kedelapan. Lebih dari itu, Seoul mengambil posisi terdepan dalam kampanye Visit Korea Years 2010-2012.

Menariknya, Seoul mematok 300.000 wisatawan mice yang akan mengunjungi ibukota Seoul pada 2010. Ini merupakan setengah dari jumlah business travelers yang datang ke Korea Selatan. Disebutkan juga oleh KTO bahwa pada 2009 lalu, jumlah wisatawan dari Indonesia mencapai angka 80.000 orang.

Seoul merupakan ibukota dan jantung kota yang kedua dari Republik Korea Selatan, yang berpenduduk sekitar 10,2 Juta rakyat dari 46 Juta rakyat Korea Selatan. Seoul menduduki pemerintah selama Paekche Kingdom (18 – 660 Sebelum Masehi), dan merupakan ibukota dari dinasti Choson mulai 1394 sampai 1910. Peninggalan dari dinasti Chosoen yang termashur merupakan penemuan kebudayaan dan berbagai prestasi lainnya, prestasi yang masih terkemuka adalah pemandangan kota.Tingginya jumlah wisatawan di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Negeri gingseng ini semakin akrab dengan kita berkat bantuan drama seri Korea yang wara-wiri di stasiun televisi nasional. Selain itu, Korea juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.

Sepanjang tahun 2010 pula, Seoul menjadi tuan rumah dari hampir 300 event, baik skala nasional maupun internasional. Seoul juga terpilih sebagai World Design Capital 2010 (yaitu sebuah penghargaan yang menjadikan Seoul sebagai kota percontohan dalam pembangunan kota dunia).

Pada bulan November 2010 mendatang, Seoul akan menjadi tuan rumah KTT G20 yang akan diikuti 30 kepala Negara dan lebih dari 10.000 partisipan. Pada bulan itu juga, Seoul akan menggelarKorea Mice Expo 2010. Sementara Oktober 2010, kota ini akan menggelar Formula 1 di Yeonnam.

Seoul merupakan sebuah kota yang tak pernah sepi dari berbagai acara. Ada juga yang menyebut Seoul  sebagai kota festival, karena hampir tiap hari ada festival, seperti festival kembang api, festival kimchi, dan masih banyak lainnya.

Dikenal juga sebagai jiwanya Asia, Seoul gegap gempita suasana metropolitan terasa disini. Kota dengan 10 juta jiwa ini terletak di lembah sungai Han. Tata kotanya rapi, kebersihannya terjaga. Bangunan-bangunan pencakar langit modern tersebar hampir disetiap sudut kota.

Kemajuan pesat di bidang teknologi dan ekonomi, tak membuat bangsa Korea lupa akan sejarahnya. Selain membangun Seoul World Cup Stadium yang mewah dan megah, Korea Selatan tetap melestarikan bangunan bersejarahnya.

Setidaknya ada tujuh bangunan bersejarah yang terawatt baik. Setidaknya terdapat empat istana raja, yaitu Changdeokgung Palace, Changyeonggung Palace, Deosugung Palace, dan Gyeonggung Palace. Ada pula Namsangol Hanok Maeul (perkampungan tradisional Korea), prehistoric dwelling di Amsadong (hunian prasejarah), dan istana Unhyeongung.

Soal akomodasi, Seoul memiliki 114 hotel berbintang dengan total 120.859 kamar. Meski hanya memiliki dua convention center, namun Seoul memiliki 50 venue unik yang bisa dijadikan tempat meeting, konferensi hingga pesta.

Perjalanan menuju Seoul harus ditempuh selama tujuh jam dari Jakarta dengan menggunakan Korean Air yang terbang setiap hari. Garuda juga memiliki penerbangan langsung dengan jadwal lima kali seminggu. Selebihnya anda bisa menggunakan maskapai lain yang transit di Singapura.

Untuk lebih mewujudkan citra optimal place for mice industry; Seoul convention bureau bersedia membantu para organizer ketika bidding dengan memberikan sejumlah insentif. Insentif itu termasuk pemberian subsidi bagi konferensi, pertemuan makan siang maupun makan malam yang diorganisir oleh Kota Seoul, termasuk pemberian souvenir.

Insentif juga diberikan bagi perusahaan-perusahaan yang menggelar pertemuan di Seoul pada bulan Desember 2010, yang besaran insentifnya tergantung pada skala pertemuan. Tanpa kecuali, Seoul kemudian aktif berkembang mewujudkan mimpi menjadi kota mice masa depan.

Dari percampuran masa, yang tradisional hingga modern, kemajuan teknologi, Korea Selatan bergantung pada mice untuk terus menebarkan pesona, indah, tetapi dekaden kepada semua yang menatapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s