Archive for the ‘all around the world’ Category

Untuk Asia, pilihan yang mungkin belum banyak dilirik adalah Korea, khususnya Seoul. Ibukota negara yang semalfin populer menjadi ternpat tujuan wisata ini menjadi etalase betapa bersemangatnya pemerintah Korea Selatan meningkatkah kualitas pariwisatanya.

Terlepas dari kepopuleran drama Korea-nya, Korea Selatan merupakan destinasi utama yang diimpikan kebanyakan anak muda Indonesia. Ia seolah-olah berperingai seperti pujaan hati yang penuh misteri namun layak diperjuangkan. Penuh romansa, bergairah dan menggiurkan.

Melalui slogan Korea Sparkling, ia bergerak dalam detakan nadi yang hangat. Sopan tapi berlagak, sentimental dan sekaligus menakjubkan. Kecanggihan teknologi yang melimpah, seni arsitekturnya bagaikan permata tak ternilai. Bertentangan dengan teknologi yang membanjiri, justru kehidupan tradisinya seperti kembali ke masa lalu.

Maka pelan tapi pasti, Korea Selatan menjelma menjadi destinasi favorite baru di Asia. Negara yang lama dikukung sejarah perang itu adalah destinasi wisata utama di Semenanjung Korea. Ia kedatangan 7,5 juta turis asing pada 2009.

Sementara untuk mengejar target raihan 10 juta turis di tahun 2012, Korea Tourism Organization (KTO) meluncurkan program Visit Korea Year 2010-2012. Selanjutnya Visit Korea diprediksi juga akan menaikan peringkat Korea Selatan ke posisi 20 besar. Setelah pada 2009 kemarin Korea Selatan hanya menempati peringkat 31 dari Travel & Tourism Competitiveness Index yang dikeluarkan World Economic Forum.

Seoul dan Mice

Menyangkut industry mice, sekitar tujuh persen turis yang datang ke Negara tersebut adalah business travelers. Menurut KTO, di masing-masing destinasi utama sudah memiliki minimal satu gedung konferensi dan pameran berstandar internasional. Belum termasuk ballroom-ballroom hotel, dimana KTO mencatat setidaknya ada 200 hotel berbintang yang menyediakan fasilitas meeting.

Diantara kota-kota besar di Korea Selatan, Seoul adalah nadi kehidupan industry mice-nya. Menurut peringkat ICCA, kota itu menempati urutan kedelapan. Lebih dari itu, Seoul mengambil posisi terdepan dalam kampanye Visit Korea Years 2010-2012.

Menariknya, Seoul mematok 300.000 wisatawan mice yang akan mengunjungi ibukota Seoul pada 2010. Ini merupakan setengah dari jumlah business travelers yang datang ke Korea Selatan. Disebutkan juga oleh KTO bahwa pada 2009 lalu, jumlah wisatawan dari Indonesia mencapai angka 80.000 orang.

Seoul merupakan ibukota dan jantung kota yang kedua dari Republik Korea Selatan, yang berpenduduk sekitar 10,2 Juta rakyat dari 46 Juta rakyat Korea Selatan. Seoul menduduki pemerintah selama Paekche Kingdom (18 – 660 Sebelum Masehi), dan merupakan ibukota dari dinasti Choson mulai 1394 sampai 1910. Peninggalan dari dinasti Chosoen yang termashur merupakan penemuan kebudayaan dan berbagai prestasi lainnya, prestasi yang masih terkemuka adalah pemandangan kota.Tingginya jumlah wisatawan di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Negeri gingseng ini semakin akrab dengan kita berkat bantuan drama seri Korea yang wara-wiri di stasiun televisi nasional. Selain itu, Korea juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.

Sepanjang tahun 2010 pula, Seoul menjadi tuan rumah dari hampir 300 event, baik skala nasional maupun internasional. Seoul juga terpilih sebagai World Design Capital 2010 (yaitu sebuah penghargaan yang menjadikan Seoul sebagai kota percontohan dalam pembangunan kota dunia).

Pada bulan November 2010 mendatang, Seoul akan menjadi tuan rumah KTT G20 yang akan diikuti 30 kepala Negara dan lebih dari 10.000 partisipan. Pada bulan itu juga, Seoul akan menggelarKorea Mice Expo 2010. Sementara Oktober 2010, kota ini akan menggelar Formula 1 di Yeonnam.

Seoul merupakan sebuah kota yang tak pernah sepi dari berbagai acara. Ada juga yang menyebut Seoul  sebagai kota festival, karena hampir tiap hari ada festival, seperti festival kembang api, festival kimchi, dan masih banyak lainnya.

Dikenal juga sebagai jiwanya Asia, Seoul gegap gempita suasana metropolitan terasa disini. Kota dengan 10 juta jiwa ini terletak di lembah sungai Han. Tata kotanya rapi, kebersihannya terjaga. Bangunan-bangunan pencakar langit modern tersebar hampir disetiap sudut kota.

Kemajuan pesat di bidang teknologi dan ekonomi, tak membuat bangsa Korea lupa akan sejarahnya. Selain membangun Seoul World Cup Stadium yang mewah dan megah, Korea Selatan tetap melestarikan bangunan bersejarahnya.

Setidaknya ada tujuh bangunan bersejarah yang terawatt baik. Setidaknya terdapat empat istana raja, yaitu Changdeokgung Palace, Changyeonggung Palace, Deosugung Palace, dan Gyeonggung Palace. Ada pula Namsangol Hanok Maeul (perkampungan tradisional Korea), prehistoric dwelling di Amsadong (hunian prasejarah), dan istana Unhyeongung.

Soal akomodasi, Seoul memiliki 114 hotel berbintang dengan total 120.859 kamar. Meski hanya memiliki dua convention center, namun Seoul memiliki 50 venue unik yang bisa dijadikan tempat meeting, konferensi hingga pesta.

Perjalanan menuju Seoul harus ditempuh selama tujuh jam dari Jakarta dengan menggunakan Korean Air yang terbang setiap hari. Garuda juga memiliki penerbangan langsung dengan jadwal lima kali seminggu. Selebihnya anda bisa menggunakan maskapai lain yang transit di Singapura.

Untuk lebih mewujudkan citra optimal place for mice industry; Seoul convention bureau bersedia membantu para organizer ketika bidding dengan memberikan sejumlah insentif. Insentif itu termasuk pemberian subsidi bagi konferensi, pertemuan makan siang maupun makan malam yang diorganisir oleh Kota Seoul, termasuk pemberian souvenir.

Insentif juga diberikan bagi perusahaan-perusahaan yang menggelar pertemuan di Seoul pada bulan Desember 2010, yang besaran insentifnya tergantung pada skala pertemuan. Tanpa kecuali, Seoul kemudian aktif berkembang mewujudkan mimpi menjadi kota mice masa depan.

Dari percampuran masa, yang tradisional hingga modern, kemajuan teknologi, Korea Selatan bergantung pada mice untuk terus menebarkan pesona, indah, tetapi dekaden kepada semua yang menatapnya.

kalau ada sebuah kota yang seolah dihidupi oleh sebuah sungai, itulah Melbourne. Sungai itu bernama Yarra.

Para professional conference organizer di Australia mencintai Melbourne. Ada bagian dari kota ini yang dari tahun ke tahun selalu meningkat keramahannya pada manusia. Itulah kawasan Sungai Yarra. Sang sungai tentu saja masih tetap seperti dulu, yang berubah adalah kawasan untuk pejalan kaki.

Di awal tahun 2008, kawasan itu diperlebar menjadi delapan hingga dua belas meter. Jadilah tempat orang-orang berlalu-lalang itu sebuah panggung teater. Di pagi atau sore hari, berdiri menghadap “panggung” seolah menikmati sebuah happening: peristiwa sesaat dalam sebuah teater. Pejalan kaki, pengendara sepeda, penggemar jalan cepat, dan sejumlah orang yang berjalan bagaikan sedang melamun –suatu yang jarang di dunia Barat—seperti menyuguhkan potongan-potongan sebuah kisah. Dan pohon-pohon itu, yang menjulang di sepanjang kawasan pejalan kaki, bagaikan dekorasi panggung yang menyejukkan.

Di sinilah, konon, peserta berbagai acara akbar kelas dunia melepaskan kejenuhan dan menyegarkan pikiran. Peserta Asia Pacific Incentive and Meeting Expo, Melbourne International Arts Festival, Australian International Air Show, dan masih banyak lagi kabarnya merasa kembali bugar setelah menonton sekaligus menjadi pelaku di “panggung Sungai Yarra” itu.

Pembangunan sepanjang pinggir sungai masih berlangsung. Beberapa gedung telah megah berdiri seperti menemani sekaligus menjaga Sungai Yarra agar tetap jernih dan nyaman dipandang, yang paling mencolok adalah Melbourne Convention and Exhibition Center. Di areal seluas lebih dari 100.000 meter persegi itu kerap digelar pameran, konferensi, hingga pertunjukan seni kelas dunia.

Belakangan, Crown Entertainment Complex berhasil mencuat menjadi kompleks hiburan terpopuler di Australia. Casino merupakan salah satu daya tarik utama Crown Entertainment Complex. Buka selama 24 jam, kompleks ini memiliki lebih dari 100 mesin jackpot dan 2.500 mesin permainan lainnya. Mesin permainan The Million Dollar Jackpot paling diminati: dipastikan akan ada seorang pemenang utama setiap 60 hari. Dinobatkan sebagai casino terbesar, terlengkap, dan termewah di Australia, Crown casino  dikunjungi tidak kurang dari 200.000 orang per hari.

Dengan luas lebih dari 500.000 meter persegi (memanjang lebih dari dua blok kota), Crown Entertainment Complex menjadi magnet raksasa yang juga menawarkan atraksi hiburan lain. Salah satunya adalah The Comic’s Lounge, The Last Laugh Comedy Club at the Athenaeum Theatre and the Storeroom. Di sini, Crown menawarkan sisi komedi Melbourne yang memang terkenal suka berkelakar. Pilihan lainnya, Crown memiliki Galactic Circus. Jadi, jika kebetulan Anda mengajak anak-anak ikut serta, mereka pasti akan sangat gembira menyaksikan atraksi loncat indah para pemain sirkus atau binatang-binatang terlatih bermain sirkus. Sementara mereka menonton, Anda bisa menyaksikan pertunjukan seni yang rutin digelar di The Palms, atau sejenak melepas lelah bermain bowling di King Pin boutique bowling lounge.

Belum cukup memukau? Di lantai empat kompleks hiburan itu tersedia beragam pilihan bar, pub hingga nightclub. Mulai dari Club Odeon hingga Fusion, tempat-tempat hiburan itu tidak jarang menampilkan artis ataupun DJ dari seluruh dunia.

Puas bermain-main di keajaiban permainan yang ada di Crown, Anda bisa menikmati santapan lezat khas Melbourne sambil memandangi keindahan Sungai Yarra. Di kawasan ini berdiri banyak restoran dengan konsep berbeda. Ada restoran yang menawarkan masakan Prancis, Italia, hingga Jepang. Restoran Asia, buffet, dan restoran siap saji juga ada di dalam gedung kompleks hiburan Crown. Suasana romantis yang disajikan makin komplet ketika terlihat perahu-perahu melintasi Yarra membawa wisatawan mengelilingi kota.

Di pusat hiburan ini Anda akan diajak menikmati suasana ala Beverly Hills Amerika Serikat yang nyaman dan mahal. Menjelajahi butik-butik terkenal seperti Gianni Versace, Louis Vuitton, dan Prada Anda bisa memilih gaun yang cocok untuk pesta di lantai empat. Kawasan ini mempunyai moto yang disusun bagaikan puisi: “come out and play, to party all night, relax all day or shop until you drop” –datanglah dan bermain, pesta sepanjang malam, santai sepanjang waktu, belanja sampai jemu. Dengan satu kalimat: Crown Entertainment benar-benar memanjakan perjalanan bisnis Anda.

Crown Entertainment memiliki fasilitas ruang meeting dengan berbagai ukuran. Dalam kawasan Crown Entertainment Complex berdiri ballroom 2.078 meter persegi yang bernama The Palladium. Menyandang sebutan sebagai ballroom hotel terbesar di Australia, The Palladium cocok untuk menggelar acara besar nan elegan. Selain itu, kompleks hiburan ini juga memiliki ruangan konferensi yang mampu menampung 2.500 peserta, itulah The Crown Conference Centre. Juga ada dua ruangan: The River Room dan The Promenade Room yang mampu menampung hingga 700 peserta.

Untuk akomodasi, kompleks yang berdiri tahun 1997 ini memiliki dua hotel bintang enam yang menyediakan hampir 950 kamar.  Kedua hotel itu adalah Crown Towers Hotel dan Crown Promenade Hotel. Dan tetap saja, dari kedua hotel ini sentuhan alam tetap terasa: Yarra-River yang menyejukkan. Hotel yang diperuntukkan bagi para profesional dan pengusaha ini dikonsep dengan desain modern dan bergaya.

Anda bisa memilih kamar dengan pemandangan berbeda: Kings Domain, Port Phillip Bay, atau Docklands. Berbeda dengan Crown Promenade Hotel yang memiliki 482 kamar dengan tarif A$395, Crown Towers lebih dirancang untuk mereka yang mencintai glamoritas, kemewahan, dan keindahan. Inilah hotel terbaik se-Australia yang kamar-kamarnya dihiasi dengan karya seni rupa yang meski tak bermutu seperti yang di museum, cukup bisa mengusir capai, apalagi bila diramu dengan pemandangan sang Sungai Yarra.

Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikkan adalah wisata heli. Ini salah satu wisata favorit baru setiap Sabtu dan Minggu. Berangkat dari dermaga selatan, Anda akan dibawa menikmati pemandangan kota Melbourne dari udara selama 30 menit. Dari udara, lagi-lagi, Sungai Yarra terlihat menghidupi Melbourne.